NEWS

Niat Mencuri Berujung Melakukan Pembunuhan Sadis

Ga-down.com – Kasus pembunuhan yang terjadi dengan seorang wanita karyawati BPR yang bernama Dera Dewanti Dirgahayu masih dalam tahap penyelidikkan pihak kepolisian. Pelaku pembunuhan yang merupakan tetangganya di perumahan membuang jasad korban di jalanan Boyolali.

Pelaku yang berinisial KY (21) awalnya hanya ingin meminjam suatu barang kepada korban, namun karena dilarang oleh korban akhirnya pelaku emosi hingga akhirnya menghabisi nyawa korban.

Pelaku pembunuhan tersebut merupakan salah satu tetangganya di perumahan yang berada di Perumahan Sawahan, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Rumah mereka hanya berjarak antar blok saja. Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap setelah berusaha melarikan diri dan diamankan di Indragiri Hulu, Riau pada Jumat (26/1) lalu.

Pada saat melakukan jumpa pers untuk membahas kasus pembunuhan yang berlangsung pada Minggu (28/1/2018), Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi menjelaskan terkait dengan pengakuan yang sudah dilakoni oleh pelaku. Motif pembunuhan yang dilakukannya terhadap Dera adalah murni pencurian dengan kekerasan (Curas). Pelaku semula hanya berniat melakukan pencurian, namun karena aksinya diketahui korban, akhirnya terjadi pembunuhan itu.

“Pelaku niatnya melakukan pencurian. Dari keterangan yang kami dapat, dia (pelaku) mengalami kalah judi, sehingga dia melakukan pencurian itu,” ungkap Aries Andhi.

Kronologi kejadian berawal ketika KY masuk rumah korban dengan cara memanjat tembok belakang rumah korban dan membuka atap genteng serta plafon. Korban bangun dan melihatnya lalu berteriak. Pelaku kemudian membekap mulut korban. Korban, kata KY kepada polisi, ternyata pura-pura pingsan mungkin agar tidak disakiti lagi.

Namun saat pelaku hendak keluar membawa barang hasil curian, korban kembali berteriak. Pelaku kembali menghampiri korban dan menyumbat mulutnya dengan kain. Pelaku juga mengikat tangan korban untuk mengurangi perlawanan. “Korban kehabisan oksigen hingga meninggal dunia,” kata Kapolres.

Pelaku kemudian melucuti pakaian korban, diseret keluar rumah lalu dimasukkan ke bagasi mobil Honda Jazz milik korban. Jenazah korban dibuang pelaku di pinggir jalan selatan Waduk Cengklik. Selain membawa mobil Honda Jazz AB 1921 VS milik korban berikut BPKB-nya, pelaku juga membawa sejumlah barang yang ada di dalam mobil itu. Mobil itu kemudian ditinggal di stasiun kereta Kota Bekasi. Setelah itu pelaku berusaha melarikan diri pergi ke Riau dengan menggunakan kendaraan umum bus.

“Ada barang korban, termasuk BPKB mobil, HP korban yang semuanya sudah dapat kita sita. Jadi setiap keterangan pelaku dapat didukung oleh alat bukti,” kata Kapolres.

Selain barang-barang tersebut, pelaku juga mencuri uang milik korban sebesar Rp 2,7 juta yang telah dipakai untuk melarikan diri hingga Riau.

“Sementara ini pelaku satu orang. Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun masih kita kembangkan. Tersangka dikenai pelanggaran Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya bisa sampai seumur hidup,” kata Kapolres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *