NEWS

Pelaku Pengoplosan Gas Elpiji Di Surabaya Diamankan Polisi

Ga-down.com – Polisi telah berhasil mengamankan para pelaku yang sudah melakukan kecurangan yakni mengoplos gas elpiji. Polisi berhasil mengamankan puluhan gas elpiji dengan ukuran 12 kg yang sudah siap untuk diedarkan.

Kedua pelaku yang diketahui berinisial DR (23) dan AR (26) tersebut merupakan warga Surabaya. Kedua pelaku tersebut melakukan pengoplosan elpiji di salah satu rumah yang berada di kawasan Menganti.

Dengan terbongkarnya kasus ini bermula ketika ada laporan yang didapat pihak kepolisian dari masyarakat terkait adanya praktik pengoplosan elpiji yang bertempat di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti.

Setelah itu polisi langsung melakukan penyelidikkan di tempat yang biasa mereka lakukan untuk proses pengoplosan. Saat dicek di lokasi, ternyata benar ada proses pengoplosan gas elpiji. Gas elpiji 3 kg dioplos ke dalam gas elpiji ukuran 12 kg.

“Praktik pengoplosan elpiji ini dilakukan di sebuah rumah kosong,” kata Kaurbin Ops Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin, Kamis (1/2/2018).

Menurut dari hasil pengakuan para pelaku, rumah kosong tersebut merupakan rumah kontrakan yang sengaja disewa untuk melakukan praktik ilegal tersebut.

“Mereka mengaku sudah beroperasi sejak November 2017 tahun lalu,” ujarnya.

Salah satu pelaku yang berinisial DR mengaku jika hasil oplosan tersebut akan dijual ke toko-toko kecil dengan harga jauh dari harga normal. “Saya jual Rp 105 ribu dari harga pasaran Rp 120 ribu. Biasa dijual di wilayah Menganti sampai ke Driyorejo. Dalam sehari bisa untung lebih dari 600 ribu,” ungkapnya.

DR bersama AR juga mempraktikan cara melakukan proses pengoplosan dari tanbung gas elpiji 3 kg ke tabung 12 kg. Caranya, tabung 3 kg diposisikan di atas dengan diberi air panas kemudian tabung gas 12 kg diberi es batu.

“Diberi air panas supaya bisa cepat berpindah gasnya. Tabung gas elpiji 12 kg hanya butuh 4 tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Sehari bisa ngoplos 5 sampai 7 tabung,” ujarnya.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan 1 unit mobil pikap, 811 segel LPG 3 kg bekas. Tabung gas 12 kg. 500 biji rubber seal, dan puluhan tabung gas kosong. Atas kejahatannya ini tersangka DR dan AR dijerat pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi, dengan acaman hukuman 6 tahun penjara dan denda 60 miliar rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *