NEWS

Pasutri Asal Purbalingga Berhasil Diamankan Polisi Setelah Mengedarkan Upal

Ga-down.com – Ada sebanyak lima orang yang merupakan tersangka pengedar uang palsu yang telah berhasil diamankan oleh petugas kepolisian Sat Reskrim Polresta Tegal, Jawa Tengah.

Dari kelima tersangka yang telah berhasil ditangkap, dua diantaranya merupakan pasangan suami istri. Kasusu tersebut berhasil diungkap oleh pihak kepolisian setelah ketiga pengedar tertangkap. Dari penangkapan ketiga tersangka itulah polisi berhasil melakukan pengembangan dan membekuk dua orang tersangka keesokan harinya.

Dari kelima pelaku yang berhasil tertangkap, dua orang yakni pasutri dan satu lainnya merupakan residivis kasus yang sam.

“Tiga orang pelaku yang pertama ditangkap yakni Suryani, warga Jalan Bawal, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Ahmad Suko Basuki dan Nurman Hakim, warga Bumiayu, Kabupaten Brebes. Ketiganya ditangkap saat melintas di Jalingkut daerah Tegalsari, Kota Tegal,” ungkap Kapolresta Tegal, AKBP Jon Wesly Arianto, Rabu (7/2/2018).

Dari hasil pengembangan ketiga pelaku tersebut, petugas menangkap pasangan suami istri yakni Turiah dan Acmad Sodikin, warga Kecamatan Grinsing, Kabupaten Batang. Keduanya ditangkap di wilayah Purbalingga.

Saat ini kelima pengedar uang palsu tertangkap, polisi berhasil menyita uang palsu sebanyak 723 lembar pecahan Rp 100 ribu emisi terbaru.

Suryani, salah seorang pelaku mengaku baru pertama kali mengedarkan uang palsu di Kota Tegal setelah satu bulan keluar dari penjara. Ia nekat mengulangi perbuatannya karena tergiur keuntungan banyak. Kepada polisi, dia mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari Purbalingga.

“Satu paket uang palsu senilai Rp 10 juta dibeli dengan uang asli Rp 3 juta. Kalau dipasarkan ke warga dapat untung Rp 1,5 juta,” aku Suryani.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pelanggaran primer Pasal 36 ayat (3) sub ayat ( 2 ) UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, subsider pasal 245 KHUP jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *